Tuesday, November 20, 2018

Di ujung birokrasi dunia sihir

Jika di dunia nyata, kita hanya mengenal yang ‘masuk akal’. Dan itu juga tak jauh berbeda dengan dunia sihir yang tersembunyi dari dunia nyata. Masuk akal berarti membutuhkan sebuah tatanan atau aturan untuk mencapai keadilan. Dan itulah birokrasi.
Dalam film Fantastic Beasts: the Crimes of Grindelwald, kita akan menemukan tatanan tersebut. Yang menurut penulis itu merupakan sebuah ‘keanehan’ yang nyata. Dan keanehan tersebut berupa birokrasi yang lebih canggih, berupa kementerian sihir yang sama seperti kementrian lainnya yang ada di dunia nyata.
Kafka, seorang sastrawan, berpendapat bahwa hanya birokrasilah dapat menyambung kita pada dimensi ilahi. Ada semacam hubungan intim tercipta antara birokrasi dan kesenangan. Namun, ada sesuatu yang tak dapat ditembus oleh birokrasi. Dan itu merupakan ‘kenikmatan ilahi’.
‘Kenikmatan ilahi’, kata Kafka, merupakan sebuah keadilan bagi kita. Kita ingin menerima sebuah aturan karena kita menyepakati sebuah ideologi. Dalam film tersebut, kita menemukan sang tokoh utama, Newt, mengalami masalah. Dia ingin mendapatkan ijin agar dia bisa keluar negeri ke mana pun dengan membawa binatang-binatang buasnya yang luar biasa itu. Jadi dia dipanggil oleh kementerian sihir. Sayangnya, dia menolak karena dia tidak ingin mengikuti persyaratan yang diajukan oleh kementerian agar dia bisa bekerja untuk mereka sebagai agen.
Kasus kedua justru datang dari pacar sahabatnya, Queenie Goldstein. Dia merasakan dilema karena tak bisa menemukan ‘kenikmatan ilahi’ tersebut. Dia ingin menikahi sahabat Newt, Jacob. Jacob hanya manusia yang berasal dari dunia nyata. Ada peraturan dari kementerian sihir mengatakan bahwa pernikahan dari dua dunia berbeda itu terlarang, mengingat akibat dan dampaknya bagi kedua dunia tersebut.
Grindelwald pun muncul sebagai peran antagonis yang menjadi solusi bagi mereka berdua. Sayangnya, Grindelwald mempunyai ideologi berbeda dari ideologi mereka berdua yang sudah terbiasa dengan aturan dualisme dunia tersebut. Dia masih percaya dengan Pure Blood, atau darah murni penyihir, bisa membawa keadilan di dunia ini. Jadi dia bercita-cita menguasai dunia dengan menghancurkan batasan tersebut sebagai batu loncatan!
Nilai buat fantastic beasts seri kedua ini 7,5/10
Share:

0 comments:

Post a Comment